Welcome to CV. Negeri Hijau Indonesia Official Site

 

Articles
Tebu Sehektar 180 Ton
User Rating:  / 0
Written by admin   Written on 04.08.2014

 

Produksi tebu di Nakhon Ratchasima, Thailand, 180 ton per ha.

            Produktivitas tebu di lahan milik Universitas Teknologi Suranaree (SUT), Thailand, itu sungguh fantastis: 180 ton per ha. Kampus di Provinsi Nakhon Ratchasima, itu mengelola 4,88 ha untuk budidaya tebu. Padahal, sebelumnya produktivitas hanya 24 ton per ha. Harap maklum, daerah itu bercurah hujan amat rendah, 1.028 mm per tahun dan suhu harian yang panas.

Read more...
 
MOL Batang Pisang
User Rating:  / 0
Written by admin   Written on 21.06.2014

Pada awalnya bahan ini hanya dimanfaatkan sebagai untuk kompos. namun, kemudian ternyata ditemukan juga adanya mikroba setelah diolah menjadi mol.

Kandungan : Mengandung unsur P

Manfaat : Menambah nutrisi

Cara pembuatan

Bahan :

- 2-3 kg batang pisang

- 0.5 kg gula merah

- 5 liter air beras

Read more...
 
Enam Pilihan Hidroponik
User Rating:  / 0
Written by admin   Written on 05.07.2014

 

Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT) merupakan teknik hidroponik yang menjadikan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal (2-3 mm) dan tersirkulasi secara terus-menerus sehingga tanaman dapat memperoleh air, nutrisi, dan oksigen cukup. Teknik yang dikembangkan oleh Dr AJ Cooper dari Glasshouse Crops Research Institute, Littlehampton, Inggris.

Read more...
 
Teknik Tanam Tanpa Tanah
User Rating:  / 0
Written by admin jumini   Written on 09.01.2014

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Tepat memilih metode budidaya, kunci sukses bertanam secara hidroponik.

 

Pekebun hidroponik di Depok, Jawa Barat, Heru Irianto hampir saja merugi jutaan rupiah. Mesin yang mengalirakan air beserta nutrisi ke kebun letucce seluas 500 m2 tiba-tiba mati. “Saya menyalakan 24 jam terus- menerus tanpa henti,” kata Heru. Dampaknya mesin terlalu panas ketika siang hari. “Saya coba berkali-kali untuk menghidupkan, baru bisa 2 jam kemudian,” kata Heru. Untung saat itu, tanaman hanya layu.

 

Pengalaman itu melekat di ingatan Heru. Sejak saat itu, ia mengantisipasinya dengan menyediakan pompa cadangan dan genset untuk berjaga-jaga ketika listrik padam. Selain itu, ia memindahkan pompa yang awalnya di tempat terbuka ke lubang di bawah tanah seluas 1 m x 1 m dengan kedalaman 1 m. Sejak saat itu, Heru tak pernaha lagi mengalami kendala terkait pompa.

Read more...
 
Prev1234Next